Surau TV

Banner

Memilukan, Bayi Umur 2 Hari Jadi Korban Banjir di Pangkalan Limapuluh Kota

Image
Monday, 06 March 2017 | 13:45:41 WIB


Sumbar-Korban dari bencana dahsyat yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumbar (Sumatera Barat) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah enam orang meninggal dunia.

Salah seorang korban ini diketahui adalah seorang bayi umur dua hari. Bayi malang itu lahir beberapa hari lalu dan dirawat di Puskesmas Pangkalan. Kemudian pada 1 Maret 2017, hujan deras melanda.

Menurut BNPB, bayi tersebut sedang dirawat dan berada di dalam alat inkubator di puskesmas tersebut. Tiba-tiba air yang deras menerjang bangunan itu dan air dengan cepat merendam bagian dalam.

Kondisi ini kian diperburuk dengan padamnya listrik lantaran banyak tiang yang rubuh akibat diterjang longsor, sehingga si bayi tenggelam bersama inkubator hingga keesokan harinya, tepatnya tanggal 2 Maret 2017.

Ads
Sampai hari ini, BNPB mencatat sudah enam korban meninggal dunia dalam musibah tersebut, di mana empat orang diantaranya tewas lantaran tertimbun longsor, satu orang karena hanyut dan satu lagi karena terendam banjir.

Identitas mereka adalah Doni Fernandes (33 tahun), Teja (19 tahun), Yogi Saputra (23 tahun) dan Kaharudin (25) tahun. Mereka meninggal akibat diterjang longsor. Kemudian Muklis, korban hanyut dan sang bayi (umur 2 hari).

Sementara dua korban luka berat karena longsor identitasnya antara lain Syamsul Bahri (22 tahun) dan Candra (42 tahun).

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat, mobil tanki air, makanan siap saji, air bersih, peratan rumah untuk membersihkan lumpur serta obat-obatan," sebut Kepala Pusat Data dan Informasi serta Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (5/3/2017) malam.(goriau)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...