Surau TV

Banner

Korban Pencabulan Jadi 9 Orang, Wako Bukittinggi Desak Tuntaskan Kasus Ini

Image
Friday, 07 April 2017 | 10:20:13 WIB


Korban pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan A (37) hingga Kamis (6/4/2017), bertambah menjadi sembilan orang, setelah orang tua anak berinisal A (6) melaporkan kejadian bahwa anaknya juga menjadi korban. 

Lurah Aur Tajungkang Tangah Sawah Herman mengatakan sebelumnya bahwa Rabu (5/4/2017) kemarin masih delapan anak, setelah tiga orang anak bersama orang tuanya melaporkan pada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi, dan hari ini korban bertambah menjadi sembilan anak.

Sebelumnya, saat polisi mengamankan terduga pelaku pencabulan pada Selasa (4/4/2017) lalu, lima anak beserta orang tuanya melaporkan pada kantor lurah bahwa anak mereka pernah dicabuli pelaku, setelah masing-masing anak bercerita pada orang tuanya. Setelah terduga diamankan, para orang tua anak ini membuat laporan di Mapolres Bukittinggi.

“Pelaku A melakukan aksi bejat itu di rumah sekaligus tempat usaha rental Play Stationnya di Jalan Unggek Datuak Bagindo RT 01/RW 02 Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah, Kecamatan Guguak Panjang, dan kesembilan anak ini merupakan tetangga pelaku yang kesehariannya sering bermain disana,” ulasnya.

Dari data yang dikumpulkan dari orang tua korban sambung Herman, korban kejahatan pelaku itu tujuh anak laki-laki dan dua anak wanita, di antaranya, M (9), H (9), A (7), R (9), F (7), R (14), dan A (6), sementara korban anak wanita D (10) dan B (7), mereka masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar (SD). 

Sementara itu, ada orang tua korban lain yang telah pernah rumah ke Tarok melaporkan bahwa kemungkinan anaknya I (11) juga menjadi korban, karena diketahui juga sering bermain di rental Play Station di rumah terduga, namun diarahkan untuk melakukan visum terlebih dahulu.

“Ke sembilan anak yang menjadi korban terduga pencabulan anak dibawah umur ini telah di visum di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar Bukittinggi, dan dari informasi dokter keseluruhan anak alat kemaluannya lecet, dan dugaan terhadap terduga semakin kuat, karena pengakuan dari seluruh anak-anak ini tertuju pada terduga (A),” terangnya.

Terkait kasus dugaan pelecehan terhadap anak dibawah umur dengan sembilan orang korban anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias sangat mengutuk dan menyesalkan perbuatan yang dilakukan pelaku, karena sudah merusak moral dan mental anak-anak.

Menurut M. Ramlan Nurmatias, kasus ini hendaknya segera dituntaskan oleh jajaran Polres Bukittinggi, karena dari segi moral ini sudah melanggar norma agama dan kesusilaan, maka dari itu agar kejadian serupa tidak terulang Pemko Bukittinggi mengimbau orang tua agar lebih mengoptimalkan pengawasan terhadap anak, jangan biarkan anak pergi bermain sendiri, dengan siapa dan dimana anak bermain perlu diketahui orang tua.

“Disamping itu juga diminta peran aktif Ketua RT untuk aktif mengawasi lingkungan masing-masing, pantau situasi terutama lokasi permainan seperti rental play station yang menjadi lokasi terjadinya kasus ini, termasuk peran dasawisma dan tokoh masyarakat hendaknya juga optimal melakukan pengawasan,” jelasnya.

Menurut M. Ramlan Nurmatias, untuk kelancaran proses pengungkapan kasus pelecehan seksual anak ini, Pemko Bukittinggi juga siap membantu menganggarkan dana untuk pelaksanaan visum bagi seluruh korban, dan kedepan juga akan mengoptimalkan peran Tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK4) melakukan razia rental play station dan warung internet.

Seperti yang diberitakan sebelumnya terduga pecehan seksual terhadap anak dibawah umur dengan inisial A, usia 37 tahun, diamankan Polres Bukittinggi pada Selasa lalu sekitar pukul 17.50 WIB, dan warga Jalan Unggek Datuak Bagindo, dan Jalan Ibrahim Musa, RT 01 RW 02, Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah (ATTS), Kecamatan Guguk Panjang, langsung menyaksikan penangkapan terduga di lokasi tempat tinggalnya. (rri)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...